Fluktuasi pasar mengharuskan kita untuk selalu memantau saham yang diincar untuk memastikan harganya sudah sesuai keinginan kita. Buat kamu yang enggak punya banyak waktu, kamu bisa memanfaatkan fitur Auto Order supaya pembelian dan penjualan bisa tereksekusi di harga yang sesuai tanpa perlu mengecek terus-terusan.

Fitur Auto Order memungkinkan kamu untuk memasang target harga jual/beli saham, dan sistem akan secara otomatis mengeksekusi transaksi ketika harga saham sudah sesuai dengan kondisi yang kita inginkan.

Auto-Sell Order

Dengan menggunakan Auto-Sell Order, kamu bisa mencegah kerugian dan menentukan target profit penjualan saham. Ada dua aksi yang bisa kamu lakukan dengan Auto-Sell Order, yaitu take profit dan stop loss. Berikut contoh skemanya.

Kamu membeli $BBCA seharga Rp6.500 beberapa bulan yang lalu. Sekarang, harga $BBCA berada di Rp7.500 per lembar saham (potensi laba Rp1.000). Di kondisi tersebut, ekspektasi laba minimal yang kamu targetkan ialah Rp500 per lembar saham jika harga turun. Di sisi lain, kamu mengestimasi terjadi kenaikan sehingga kamu menargetkan laba maksimal Rp1.500 per lembar saham.

Dengan estimasi tersebut, kamu menetapkan stop loss order di harga Rp7.000, dan take profit di harga Rp8.000. 

Stop Loss
Jika $BBCA turun di bawah harga stop Rp7.000, maka sistem Auto-Sell Order akan triggered dan mengaktifkan order stop loss untuk menjual di harga Rp7.000
Transaksi penjualan akan tereksekusi jika harga pasar berada di Rp7.000 atau lebih tinggi dan tersedia pembeli
Jika harga melompati harga limit (Rp7.000) ke harga lebih rendah, Auto-Sell Order akan triggered tapi penjualan belum tentu akan tereksekusi.

Take Profit
Jika $BBCA naik ke Rp8.000 atau lebih tinggi, sistem Auto-Sell Order akan triggered dan mengaktifkan order take profit untuk menjual di harga Rp8.000
Transaksi penjualan akan tereksekusi jika harga saham di pasar berada di Rp8.000 dan tersedia pembeli
Jika harga masih berada di bawah target take profit, sistem Auto-Sell Order tidak akan triggered dan penjualan tidak akan tereksekusi
Apabila harga melompati target take profit, sistem Auto-Sell Order akan triggered tapi penjualan belum tentu tereksekusi.

Cara menggunakan stop loss dan target take profit dengan menggunakan Auto-Sell Order
Pada halaman portfolio , Tekan saham yang ingin dijual.


Di halaman Portfolio detail pilih "Auto Order"


Lanjut pemesanan dengan ceklis kotak Syarat dan Ketentuan. Setelah itu, klik "Submit"


Buat target untuk harga penjualan saham "Stop Loss" dan "Take Profit"


Masukkan jumlah lot dan harga sesuai yang kamu inginkan untuk stop loss. Klik "Sell" untuk eksekusi penjualan.


Masukkan jumlah lot dan harga sesuai yang kamu inginkan untuk take profit. Klik "Sell" untuk eksekusi penjualan.


Klik Sell pada halaman Preview Order.


Transaksi selesai. Klik Done. Kamu akan diarahkan ke halaman Order untuk melihat bukti pembelian.


Di halaman order, masukkan jumlah lot dan harga sesuai yang kamu inginkan. Klik Sell untuk eksekusi penjualan.

Catatan:

Ready: Status order ini akan muncul ketika harga saham saat ini belum menyentuh harga yang kamu pasang.
Open: Status order ini akan muncul ketika harga saham saat ini sudah menyentuh harga yang kamu pasang. Status order Open menunjukkan bahwa order buy saham tersebut sudah masuk kedalam antrian bursa dan masih menunggu hingga ada investor lain yang bersedia menjual saham di harga yang kamu tawar.
Match: Status order ini muncul ketika kamu telah memperoleh saham di portofolio kamu dan menandakan bahwa order buy kamu berhasil terbeli.
Apakah artikel ini berguna?
Membatalkan
Terima kasih!