Fluktuasi pasar mengharuskan kita untuk selalu memantau saham yang diincar untuk memastikan harganya sudah sesuai keinginan kita. Buat kamu yang enggak punya banyak waktu, kamu bisa memanfaatkan fitur Auto Order supaya pembelian dan penjualan bisa tereksekusi di harga yang sesuai tanpa perlu mengecek terus-terusan.

Fitur Auto Order memungkinkan kamu untuk memasang target harga jual/beli saham, dan sistem akan secara otomatis mengeksekusi transaksi ketika harga saham sudah sesuai dengan kondisi yang kita inginkan.

Auto-Buy Order

Dengan menggunakan Auto-Buy Order, kamu bisa mengatur pembelian saham dengan harga lebih rendah atau tinggi dari harga saat ini. Ketika harga pasar menyentuh harga yang kamu inginkan, fitur ini akan secara otomatis mengeksekusi pembelian.

Otomatis mengeksekusi artinya sistem akan langsung mengaktifkan pembelianmu saat harga sesuai. Ada dua hal yang perlu kamu perhatikan saat menggunakan Auto-Buy Order, yaitu harga beli dan harga trigger.

Harga beli
Harga yang ingin kamu bayarkan

Harga trigger
Kriteria kondisi harga pasar yang kamu harapkan

Sistem akan otomatis mengeksekusi pembelian jika harga pasar berada di rentang harga trigger dan limit. Lalu, apabila harga pasar sempat menyentuh harga trigger, lalu melompati harga limit ke harga yang lebih rendah atau tinggi, pembelianmu juga akan masuk antrian tetapi belum tentu tereksekusi.

CONTOH
$TLKM saat ini berada pada harga Rp4.500 per lembar saham. Menurutmu, harga tersebut bisa turun lebih rendah sehingga kamu memutuskan menunggu untuk membelinya.

Kamu juga punya estimasi jika $TLKM mencapai Rp4.800, maka harga tersebut bisa naik lebih tinggi. Untuk meminimalisir biaya, kamu menetapkan kondisi harga incaran pada Rp4.800. Namun, kamu tidak mau membeli $TLKM jika harganya lebih dari Rp4.850. Jadi, kamu menetapkan harga limit beli di Rp4.850. Sementara Rp4.800 akan menjadi harga trigger-mu.

Dengan skema Auto-Buy Order seperti di atas, berikut hal yang akan terjadi:

Jika $TLKM naik menyentuh harga trigger (Rp4.800) atau lebih tinggi, sistem akan secara otomatis mengirim limit order sesuai harga limit (Rp4.850) yang ditentukan.
Setelah order limit terkirim, transaksi akan tereksekusi apabila kondisi pasar sesuai (harga pasar mencapai harga limit yang ditentukan dan volume saham tersedia untuk dibeli).
Apabila ketika harga bergerak menyentuh harga trigger (Rp4.800) dan melompati harga limit (Rp4.850), order limit tetap terkirim sesuai harga limit yang ditentukan, tapi transaksi tidak akan tereksekusi (mekanisme pasar)
Jika harga $TLKM tidak menyentuh atau melewati harga trigger (Rp4.800), maka sistem Auto-Buy Order tidak akan triggered dan eksekusi pembelian tidak akan dilakukan

STEP MEMBELI

Kamu akan diarahkan ke Halaman Order. klik "Limit Order"


Pilih "Auto Buy"


Lanjut pemesanan dengan ceklis kotak Syarat dan Ketentuan. Setelah itu, klik "Lanjutkan".


Masukkan jumlah lot dan harga sesuai yang kamu inginkan. Klik "Buy" untuk eksekusi pembelian.


Klik Confirm pada halaman Preview Order.


Transaksi selesai. Klik Done


Kamu akan diarahkan ke halaman Order untuk melihat bukti pembelian.


Catatan:

Ready: Status order ini akan muncul ketika harga saham saat ini belum menyentuh trigger price yang kamu pasang.
Open: Status order ini akan muncul ketika harga saham saat ini sudah menyentuh trigger price yang kamu pasang. Status order Open menunjukkan bahwa order buy saham tersebut sudah masuk kedalam antrian bursa dan masih menunggu hingga ada investor lain yang bersedia menjual saham di harga yang kamu tawar.
Match: Status order ini muncul ketika kamu telah memperoleh saham di portofolio kamu dan menandakan bahwa order buy kamu berhasil terbeli.

* Pembelian bisa tereksekusi hanya sebagian dari jumlah saham yang dipesan. Ini terjadi karena volume saham yang tersedia di pasar tidak sebanyak jumlah yang dipesan.
* Fitur Auto Order tidak bisa sepenuhnya menghilangkan risiko dalam berinvestasi di pasar modal
* Pilih tipe order berdasarkan tujuan dan sasaran investasi kamu.
Apakah artikel ini berguna?
Membatalkan
Terima kasih!