Jejak bandar dapat kita deteksi melalui Broker Summary dimana record pembelian dan penjualan setiap broker tercatat setiap hari. Biasanya broker melakukan transaksi menggunakan beberapa broker yang berbeda untuk proses akumulasi maupun distribusi yang bisa makan waktu mingguan atau bulanan.

Dengan fitur Bandar Detector kita dapat menjalankan beberapa skenario jika bandar menggunakan 3, 5 atau 10 broker yang berbeda melalui Top 3, Top 5, dan Top 10 broker yang memperlihatkan apakah saham tersebut sedang diakumulasi / didistribusi oleh market maker melalui volume transaksi perdagangan.

Ada empat kondisi yang dapat dialami oleh sebuah saham yaitu:

Netral,

Small Accumulation / Distribution,

Normal Accumulation / Distribution,

Big Accumulation / Distribution.

Netral berarti menunjukkan bahwa tidak adanya akumulasi ataupun distribusi yang terdeteksi pada saham tersebut.

Small Accumulation / distribution berarti Bandar detector mendeteksi adanya distribusi atau akumulasi pada saham tersebut, namun tidak terlalu signifikan.

Normal Accumulation / distribution berarti Bandar detector mendeteksi adanya perilaku akumulasi atau distribusi yang cukup signifikan dilakukan oleh bandar pada saham tersebut.

Big Accumulation / distribution menandakan Bandar detector mendeteksi adanya akumulasi atau distribusi yang besar dilakukan oleh Bandar pada saham tersebut.

Keputusan Buy atau Sell dengan Bandar Detector secara umum

  1. Bila akumulasi terjadi pada saat harga naik, ini adalah hal yang wajar.
  2. Bila distribusi terjadi pada saat harga turun, ini adalah hal yang wajar.
  3. Bila akumulasi terjadi dan saham mengalami sideways atau turun, maka terdapat suatu kemungkinan bahwa bandar sedang menggunakan waktu ini untuk beli secara diam-diam dan kemungkinan akan ada kenaikan harga di masa depan.
  4. Bila distribusi terjadi dan saham mengalami sideways atau naik, maka terdapat suatu tanda bahwa bandar sedang jualan sewaktu orang euphoria atau secara diam-diam. Maka boleh waspada dan siap-siap dengan keputusan sell.
  5. Bila akumulasi terjadi secara bertahap dan harga mengalami kenaikan, ini adalah indikasi untuk mengambil posisi buy.
  6. Bila distribusi terjadi secara bertahap dan harga mengalami koreksi, ini adalah sebuah indikasi untuk mengambil posisi jual.

Number of Broker

Dalam konsep bandarmologi, jika 1 bandar beli Rp 100 Milyar sendiri, maka dia akan beli dari beberapa seller. Alhasil, jumlah seller akan lebih banyak dan menandakan bahwa ada yang akumulasi di saham ini.

Average Price Bandar

Dengan fitur Bandar Detector kita juga dapat melihat kisaran average harga bandar pada periode yang telah kita tentukan. Dari contoh diatas, harga bandar di WSKT pada periode 01 Mei -30 Mei 2017 ada dikisaran 2,359.

Did this answer your question?